Tahun ajaran baru sudah dimulai. Masih ingatkah dulu? sejenak saya akan flash back beberapa bulan atau tahun yang lalu. Sebelum kita menjadi MAHAsiswa. Ya, ketika kita masih menjadi siswa, anak sekolahan. Kita selalu menyambut tahun ajaran baru dengan segala sesuatu yang baru. Mungkin dari beberapa dari kita selalu merengek rengek meminta kepada orang tua kita untuk membelikan keperluan sekolah, padahal yang lamapun masih layak pakai. Entah itu tas baru, sepatu baru, seragam baru.
Tapi masih pantaskah sekarang jika kita seorang MAHAsiswa menyambut tahun ajaran baru dengan mengulang hal semacam itu. Tentulah tidak. Kita sebagai mahasiswa khususnya fakultas keguruan dan ilmu pendidikan(karena saya mahasiswa fkip) yang menjadi calon guru di masa mendatang hendaklah menyambutnya dengan mengumpulkan seluruh energi positif untuk menyiapkan semester yang selanjutnya. Apapun itu, lakukanlah hal-hal yang menumbuhkan semangat baru. Semangat belajar ini sangat diperlukan karena mahasiswa itu cenderung akan berkurang semangatnya karena masa libur yang panjang. Dengan adanya semangat ini artinya kita siap untuk memulai perkuliahan dan berusaha secara maksimal supaya semester yang baru ini akan lebih baik daripada semester sebelumnya.
welcome to my blogger :) meski sangat simple, semoga artikel yang saya tulis bermanfaat dan terima kasih telah mengunjungi blog-ku.
Minggu, 17 Agustus 2014
Kamis, 24 Juli 2014
Aliran Darah Menentukan Sehat Tidaknya Otak Kita
Seperti organ lain, otak juga mengandalkan darah sebagai pemasok oksigen dan nutrisi. Bila jantung dan pembuluh darah tidak cekatan dan efisien lagi, daya ingat akan kena dampaknya. Sejumlah penelitian menunjukkan, masalah kardiovaskuler ikut menentukan penurunan kemampuan otak. Lupa adalah salah satu indikasi bahwa otak sudah tidak sehat lagi. Petunjuk di bawah ini dapat menjadi indikator sehat tidaknya otak kita.
1. Otak mulai padam. ini bisa ditunjukkan dengan keadaan merasa frustasi, banyak hal yang kita ucapkan, tetapi tidak berisi.
2. Mulai lupa. Misalnya menemukan buak di dalam kulkas, tetapi tidak ingat bahwa kita sendiri yang menyimpanya disana. Contoh lain, kita mulai lupa dengan lirik lagu favorite kita.
3. Otak bekerja mulai lama. Kita membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran.
4. Depresi. Merasa sedih dan cemas pada keadaan tertentu, kehilangan minat pada sesuatu yang biasanya kita gemari.
Jika pada diri kita terdapat satu atau lebih tanda-tanda tersebut maka dapat dipastikan otak sudah tidak sehat lagi
sumber: www.eramuslim.com
Amin M. 2009.Biologi SMA. Jakarta: Bailmu.
1. Otak mulai padam. ini bisa ditunjukkan dengan keadaan merasa frustasi, banyak hal yang kita ucapkan, tetapi tidak berisi.
2. Mulai lupa. Misalnya menemukan buak di dalam kulkas, tetapi tidak ingat bahwa kita sendiri yang menyimpanya disana. Contoh lain, kita mulai lupa dengan lirik lagu favorite kita.
3. Otak bekerja mulai lama. Kita membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran.
4. Depresi. Merasa sedih dan cemas pada keadaan tertentu, kehilangan minat pada sesuatu yang biasanya kita gemari.
Jika pada diri kita terdapat satu atau lebih tanda-tanda tersebut maka dapat dipastikan otak sudah tidak sehat lagi
sumber: www.eramuslim.com
Amin M. 2009.Biologi SMA. Jakarta: Bailmu.
Keadaanku
Aku
lelah dengan keadaan ini.
Muak…
Letih…
Bosan…
Semuanya
tertata jelas pada keadaanku saat ini…
Rabu, 23 April 2014
KU BANGKITKAN SEMANGATKU DENGAN MEMBACA INI!
6 Scholarship 10 Universities
oleh Hanifatur Rosyidah, (Beasiswa DIKTI)
- Master of Public Health, VU University of Amsterdam (Royal Tropical Institute)
- Indonesian Directorate General of Higher Education (DIKTI) Scholarship

Penerima beasiswa perguruan tinggi di luar negeri tidak harus bermodalkan segudang prestasi atau berasal dari sekolah negeri.
Dengan kata lain, tidak ada kata terlambat bagi siapapun di dunia ini untuk bermimpi kuliah di luar negeri sekaligus mewujudkannya.
Kemudian, kenapa harus luar negeri? Tentu salah satunya adalah bisa keliling dunia atau setidaknya ke terbang ke luar negeri itu sebagai hal yang sesuatu banget.
Alasan lainnya, kita bisa berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara sekaligus menikmati empat musim dengan berbagai keunikan di dalamnya.
Merasakan atmosfer kuliah di negeri orang adalah impian saya sejak di bangku kuliah bahkan juga harapan orang tua saya.
Penerima beasiswa perguruan tinggi di luar negeri tidak harus bermodalkan segudang prestasi atau berasal dari sekolah negeri.
Dengan kata lain, tidak ada kata terlambat bagi siapapun di dunia ini untuk bermimpi kuliah di luar negeri sekaligus mewujudkannya.
Kemudian, kenapa harus luar negeri? Tentu salah satunya adalah bisa keliling dunia atau setidaknya ke terbang ke luar negeri itu sebagai hal yang sesuatu banget.
Alasan lainnya, kita bisa berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara sekaligus menikmati empat musim dengan berbagai keunikan di dalamnya.
Merasakan atmosfer kuliah di negeri orang adalah impian saya sejak di bangku kuliah bahkan juga harapan orang tua saya.
Otak Kurang Maksimal
Sebagaimna
dikutip situs Helthmad, berikut 10 hal yang harus kita minimalisir agar otak
kita tetap cemerlang:
Senin, 24 Maret 2014
AKULAH PEMBERONTAK ITU!!
Jika ada yang bertanya...
“siapa pembohong itu?”
jawablah dengan lantang itu Aku!
jika ada yang bertanya...
“siapa pelawan itu?”
jawablah dengan lantang, itu Aku
jika ada yang bertanya...
Langganan:
Postingan (Atom)

