Minggu, 17 Agustus 2014

Tahun Ajaran Baru. Apanya yang baru ya??

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Masih ingatkah dulu? sejenak saya akan flash back beberapa bulan atau tahun yang lalu. Sebelum kita menjadi MAHAsiswa. Ya, ketika kita masih menjadi siswa, anak sekolahan. Kita selalu menyambut tahun ajaran baru dengan segala sesuatu yang baru. Mungkin dari beberapa dari kita selalu merengek rengek meminta kepada orang tua kita untuk membelikan keperluan sekolah, padahal yang lamapun masih layak pakai. Entah itu tas baru, sepatu baru, seragam baru.
Tapi masih pantaskah sekarang jika kita seorang MAHAsiswa menyambut tahun ajaran baru dengan mengulang hal semacam itu. Tentulah tidak. Kita sebagai mahasiswa khususnya fakultas keguruan dan ilmu pendidikan(karena saya mahasiswa fkip) yang menjadi calon guru di masa mendatang hendaklah menyambutnya dengan mengumpulkan seluruh energi positif untuk menyiapkan semester yang selanjutnya. Apapun itu, lakukanlah hal-hal yang menumbuhkan semangat baru. Semangat belajar ini sangat diperlukan karena mahasiswa itu cenderung akan berkurang semangatnya karena masa libur yang panjang. Dengan adanya semangat ini artinya kita siap untuk memulai perkuliahan dan berusaha secara maksimal supaya semester yang baru ini akan lebih baik daripada semester sebelumnya.

Bisakah kita melakukannya? untuk berubah menjadi lebih baik? bukankah termasuk orang yang beruntung jika hari ini  lebih baik dari hari kemarin.
Wajib bagi kita sebagai calon guru, belajar dari sekarang bagaimana mendidik, mengajar, menjadi pribadi yang baik supaya pantas untuk di gugu dan ditiru, menyelesaikan problem kelas dll. Supaya ketika waktunya mencerdaskan kehidupan anak bangsa telah tiba, kita tidak kualahan dan uring uringan. Intinya lakukan yang terbaik saat ini, karena hari esok belum tentu ada untuk kita.
Marilah kita memulai melakukan perubahan, sebelum kita merubah anak didik kita di hari esok. Apapun bentuknya yang terpenting berubah kearah yang lebih baik dan dapat meningkatkan kualitas diri kita. Karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum  itu sendiri yang merubahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar