menolak tawaran papa. Karena aku tak mau pisah dari mamah, papah, dan Ka Sisy.Penolakankupun didukung oleh mamah. Karena pada waktu itu mamah pikir, aku masih sangat kecil untuk ditinggalkan di pondok pesantren.
“ kamu yakin Dick??” papapun terkejut atas apa yang tadi
aku omongkan
“iya pah, Dicky yakin”
Dengan raut muka bahagia, papah dan mamahpun
memeluk aku.
.jpg)


.jpg)